Beranda > Agama, Kisah Mahjub > Mahjub Mencari Tuhan I

Mahjub Mencari Tuhan I

Suatu hari Mahjub mendatangi seorang Kyai, dia bertanya pada beliau perihal cara mendekatkan diri pada Tuhan.
“kamu harus belajar syukur dan sabar dulu, kalau sudah bisa baru ke sini lagi!” tukas sang Kyai.
Belum sempat Mahjub bertanya lebih lanjut, Kyai itu sudah menyuruhnya pergi, “cepat pergi sana! Jangan buang-buang waktu di sini”.
***
Sudah lewat satu minggu sejak kunjungannya yang terakhir ke ndalem Kyai, namun Mahjub belum juga mengerti bagaimana caranya belajar syukur dan sabar, bahkan yang membuatnya semakin bingung adalah kepada siapa dia harus belajar dua hal tersebut.
gimana sih pak Kyai itu, wong saya tanya bagaimana cara mendekatkan diri pada Tuhan kok malah disuruh belajar syukur dan sabar?! Gak ngasih tau lagi belajar pada siapa atau membaca buku apa” gerutunya.
Namun dia bertekad akan mencarinya, tapi tidak sekarang, sebab dia sudah janji pada temannya, seorang pengamen, untuk menemaninya ngamen hari ini.
Tanpa mandi, dia mengenakan setelan celana jeans yang sudah bolong di lututnya dan kaos oblong lalu bergegas ke kos si Pengamen.
waduh… lama banget sih kamu, uda ditunggu-tunggu dari tadi” tegur si Pengamen ketika Mahjub baru sampai di depan kos dia.
“sori bro… aku tadi masih cari receh tuk beli rokok” timpal Mahjub sambil mengambil dua batang rokok yang dia selipkan di atas masing-masing telinganya, dia langsung menyulutnya sambil menyodorkan yang sebatang lagi ke si Pengamen.
“ya uda, ayo berangkat, keburu sore” kata si Pengamen sambil mengambil rokok dari tangan Mahjub dan menyulutnya juga, kemudian keduanya berlalu.
Malam harinya setelah mereka ngamen, mereka makan berdua di warung langganan mereka, sambil menunggu penyet tempe spesial pesanan mereka, Mahjub iseng bertanya pada si Pengamen tersebut.
“bro, kalau menurut kamu apa syukur dan sabar itu?”
“oalah… kamu masih aja suka bertanya tentang hal kayak gituan toh?! Mbok yo tanya ke ahlinya, kamu kan punya Kyai yang selalu kamu mintai wejangan kalau kamu bingung tentang hal kayak gituan itu, tanya aja ke beliau pasti memuaskan jawabannya” sahut si pengamen.
“itu masalahnya bro, aku seminggu yang lalu datang ke ndalem Kyai, terus tanya tentang caranya mendekatkan diri pada Tuhan, eh malah disuruh belajar syukur dan sabar, parahnya lagi beliau tidak ngasih tahu aku harus belajar pada siapa atau harus baca buku apa” jawab Mahjub.
Mahjub menduga temannya akan sama bingungnya dengan dia atas perintah Kyai itu, namun dugaannya salah, temennya justru tertawa ngakak mendengar penjelasannya, bahkan membenarkan soal perintah belajar syukur dan sabar tersebut.
“loh?! Kamu kok malah ngakak gitu sih? Emang ada yang lucu apa?” Mahjub rada tersinggung, dia justru semakin merasa bodoh dengan perintah belajar syukur dan sabar itu setelah mengetahui respon si Pengamen.
uda jangan lembem gitu, nanti setelah makan saja kita lanjutin ngobrolnya di kosanku” timpal si Pengamen melihat reaksi Mahjub yang rada bersungut-sungut, kebetulan makanan pesenan mereka juga sudah datang.

(bersambung……)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: